Tampilkan postingan dengan label nama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nama. Tampilkan semua postingan

Februari 02, 2011

nama anakku

Kan kuberi nama anakku : tuhan.

Hidupnya tak akan mudah. Bila sanggup bertahan, ia akan sangat kuat. Bila tidak, ia mati muda. Teman kanak-kanaknya akan mempermainkan namanya, memanggilnya "tu", "han", lalu dibolak-balik hingga menjadi "hantu". Saat remaja, mereka akan meledek namanya dan bertanya-tanya, orang tua macam apa aku. Anakku mungkin malu, lalu depresi. Atau ia malah senang, merasa istimewa. Alangkah banyak cerita yang akan tercipta, bahwa tuhan punya bapak (ya, itulah aku, bapaknya tuhan), bahwa tuhan menyukai 'Rock'n Roll', bahwa tuhan telah kehilangan keperjakaannya, bahwa tuhan jatuh cinta, bahwa tuhan dimarahi bossnya, bahwa tuhan bersungut-sungut saat terjebak kemacetan...

Mungkin akan kutulis sebuah novel : kisah seorang anak bernama tuhan. Menarik.

Maret 10, 2009

yang tak berbentuk dan tak bernama

Dulu, dulu sekali, kita membuat tuhan dari kayu yang kalah oleh api dan tuhan batu yang hancur oleh kapak. Maka dibuatlah tuhan baru dari besi dan logam yang mengkilat dan berkilau tertimpa sinar matahari. Setelah nabi-nabi menjadi pintar (baca : kenal baca tulis), tuhan besi dan logam jadi terlihat bodoh karena diam saja ketika diberondong pertanyaan dan ejekan. Maka datanglah era tuhan "nama-nama", tuhan baru yang tak berbentuk tapi bernama. Selangkah lagi, kita akan menyaksikan tuhan terakhir, yaitu tuhan tanpa bentuk dan tanpa nama, tuhan penghabisan. Setelah itu? hanya tuhan yang tahu.