bukan tuhan siapa-siapa, bukan tuhanmu dan bukan tuhanku. seluruh tuhan dalam tulisan ini adalah tokoh rekaan semata, kesamaan nama atau karakter timbul di luar kesengajaan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Februari 14, 2011
berhenti
Berhentilah bertuhan, berhentilah beragama, berhentilah berkeyakinan, jika itu menjauhkanmu dari kejernihan suara hati.
Februari 02, 2011
bagaimana laki-laki menaklukkan perempuan
Tuhan dan Agama tercipta dari kepala laki-laki, kepala yang sama yang menciptakan Pornografi. Satu tujuan : agar perempuan takluk dan menjadi manusia kelas dua, selamanya.
Januari 13, 2011
rasa dan agama
Ada yang ingin menaklukkan dunia. Ada yang ingin menyelamatkan dunia.
Sisanya hanya ingin berbagi rasa. Sebisa mungkin bersenang-senang, jatuh cinta, tertawa.
Marah, takut, kecewa, atau sedih, boleh ikut ambil bagian, dalam porsi secukupnya.
Akan tiba saatnya, mereka yang ingin menaklukkan atau menyelamatkan dunia, akhirnya hanya ingin berbagi rasa, lewat lagu, lewat drama, lewat sepakbola atau orasi yang mempesona.
Agama? Sejak dulu takkan mampu menyatukan kita, karena ia bersandar pada konsep-konsep, ide-ide, nama-nama, bukan pada rasa. Kecuali bahwa, agama -mungkin saja- berhasil menyatukan kita dalam rasa takut yang sama, takut akan kematian, takut akan tuhan ;)
Sisanya hanya ingin berbagi rasa. Sebisa mungkin bersenang-senang, jatuh cinta, tertawa.
Marah, takut, kecewa, atau sedih, boleh ikut ambil bagian, dalam porsi secukupnya.
Akan tiba saatnya, mereka yang ingin menaklukkan atau menyelamatkan dunia, akhirnya hanya ingin berbagi rasa, lewat lagu, lewat drama, lewat sepakbola atau orasi yang mempesona.
Agama? Sejak dulu takkan mampu menyatukan kita, karena ia bersandar pada konsep-konsep, ide-ide, nama-nama, bukan pada rasa. Kecuali bahwa, agama -mungkin saja- berhasil menyatukan kita dalam rasa takut yang sama, takut akan kematian, takut akan tuhan ;)
November 12, 2010
Maret 12, 2009
kaum awam yang penakut
"Orang awam seringkali merasa tidak mampu memahami filsafat. Mereka memerlukan aturan-aturan hidup yang sederhana. Disinilah agama berperan. Agama membuat orang mematuhi aturan sosial dengan memasukkan rasa takut akan tuhan ke dalam aturan itu"
Kutipan di atas diambil dari buku Paul Arden, GOD EXPLAINED in a TAXI RIDE.
Maka jelaslah sudah agama ditujukan untuk siapa = orang awam. Lalu, siapa di antara kita yang bukan orang awam? Siapa di antara kita yang kebal terhadap rasa takut akan kegelapan, kematian dan keabadian? Rasa takut akan ke"antahberantah"an keberadaan kita?
Agama membantu kita mengalahkan rasa takut "antah berantah" itu dengan menghadirkan rasa takut terhadap tuhan, rasa takut yang seolah-olah bisa "dikelola" dan "dijelaskan" oleh para nabi.
Oktober 31, 2008
agama+uang+cinta+tuhan+marketing+seks
Ketika
Agama,
Uang,
Cinta,
bertarung, siapakah yang akan berhasil menyatukan seluruh umat manusia di bawah sayapnya? Mungkin uang, mungkin juga cinta, tapi bukan agama, ia tertinggal begitu jauh.
Di suatu titik persimpangan, agama harus memilih untuk bersekutu dengan salah satu dari keduanya : uang atau cinta. Maka agama-agama pun memilih jalannya masing-masing, ada agama+uang dan agama+cinta, inilah sesungguhnya dua agama yang kita kenal sekarang.
Namun kemudian kau berkata, sesungguhnya ada agama jenis ketiga, yaitu : agama+tuhan, agama yang bersekongkol dengan tuhan saja, tidak dengan uang atau cinta, karena tuhan lebih baik dari apapun jua.
Tapi kemudian kau berbisik, "Sayangnya, agama yang seperti ini enggak laku, mesti diutak-atik lagi strategi marketingnya"
Jadi ada lagi agama jenis keempat : agama+marketing, dahsyat sekali.
Tapi kupikir ada yang bisa lebih dahsyat : agama+seks! Kalau yang ini, saya ikut, ikut, ikut!!!
Agama,
Uang,
Cinta,
bertarung, siapakah yang akan berhasil menyatukan seluruh umat manusia di bawah sayapnya? Mungkin uang, mungkin juga cinta, tapi bukan agama, ia tertinggal begitu jauh.
Di suatu titik persimpangan, agama harus memilih untuk bersekutu dengan salah satu dari keduanya : uang atau cinta. Maka agama-agama pun memilih jalannya masing-masing, ada agama+uang dan agama+cinta, inilah sesungguhnya dua agama yang kita kenal sekarang.
Namun kemudian kau berkata, sesungguhnya ada agama jenis ketiga, yaitu : agama+tuhan, agama yang bersekongkol dengan tuhan saja, tidak dengan uang atau cinta, karena tuhan lebih baik dari apapun jua.
Tapi kemudian kau berbisik, "Sayangnya, agama yang seperti ini enggak laku, mesti diutak-atik lagi strategi marketingnya"
Jadi ada lagi agama jenis keempat : agama+marketing, dahsyat sekali.
Tapi kupikir ada yang bisa lebih dahsyat : agama+seks! Kalau yang ini, saya ikut, ikut, ikut!!!
Langganan:
Postingan (Atom)