Aku dan kamu, kita sahabat yang sering bicara hingga larut malam, pikiran-pikiran menjelma jadi tulisan, tulisan-tulisan menjelma jadi pikiran, karena musuh kita selalu sama = kenyataan. Ketika kamu berdamai dengan kenyataan, tak ada lagi bahan pembicaraan, tak ada lagi pikiran-pikiran, tak ada lagi tulisan-tulisan.
Suatu saat kelak, aku dan kamu, kita sahabat yang berjalan bersama-sama tanpa saling bicara, karena aku dan kamu, kita punya musuh yang sama = pikiran.
bukan tuhan siapa-siapa, bukan tuhanmu dan bukan tuhanku. seluruh tuhan dalam tulisan ini adalah tokoh rekaan semata, kesamaan nama atau karakter timbul di luar kesengajaan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Februari 16, 2010
November 20, 2008
percakapan nabi dan seorang sahabat
Seorang nabi tengah kesal terhadap seorang sahabatnya.
"Jadi kau tetap tak mau bertuhan?"
"Tidak, aku tak akan bertuhan selama kau bertuhan!"
"Lalu jika aku memutuskan untuk tak bertuhan?"
"Maka aku akan bertuhan"
"Jadi bukan soal bertuhan atau tidak, tapi soal berada di sisi yang lain dariku?"
"Betul"
"Mengapa?"
"Karena aku tak ingin bertuhan karenamu. Aku juga tak ingin tak bertuhan karenamu"
"Haha, kau salah sahabatku. Bahkan dengan memutuskan selalu berseberangan denganku, sesungguhnya setiap keputusanmu terjadi karenaku, kau tidak bertuhan bila aku bertuhan dan kau akan bertuhan jika aku tak bertuhan. Lalu apa bedanya?"
"Memang tidak ada bedanya. Aku hanya ingin membuatmu kesal. Dalam kesalmu, kau terpaksa akan memilih posisimu terhadapku : sebagai sang nabi atau sebagai sahabat"
"Jadi kau tetap tak mau bertuhan?"
"Tidak, aku tak akan bertuhan selama kau bertuhan!"
"Lalu jika aku memutuskan untuk tak bertuhan?"
"Maka aku akan bertuhan"
"Jadi bukan soal bertuhan atau tidak, tapi soal berada di sisi yang lain dariku?"
"Betul"
"Mengapa?"
"Karena aku tak ingin bertuhan karenamu. Aku juga tak ingin tak bertuhan karenamu"
"Haha, kau salah sahabatku. Bahkan dengan memutuskan selalu berseberangan denganku, sesungguhnya setiap keputusanmu terjadi karenaku, kau tidak bertuhan bila aku bertuhan dan kau akan bertuhan jika aku tak bertuhan. Lalu apa bedanya?"
"Memang tidak ada bedanya. Aku hanya ingin membuatmu kesal. Dalam kesalmu, kau terpaksa akan memilih posisimu terhadapku : sebagai sang nabi atau sebagai sahabat"
September 11, 2008
bantuan sahabat
Sahabat sejati tidak menawarkan bantuan, tapi ia memberikan bantuan pada saat dibutuhkan. Berapa banyak dari kita menawarkan bantuan pada saat tidak dibutuhkan? Sedikit berbasa-basi, agar seseorang mengingat "kebaikan" kita? Anda menginginkan kebaikan? Bantulah seseorang tanpa ia pernah menyadarinya, tanpa terima kasih untuk Anda. Tidak ada kebaikan yang mudah.
Langganan:
Postingan (Atom)