Ketika kau berburu esensi; yang kau dapat adalah kebingungan. Karena apapun ia, sang esensi tak menyerupai apapun jua. Ketika pikiranmu mulai menjangkaunya, ia mati seketika, kau membunuhnya tiba-tiba.
Lalu akan tiba waktunya ketika kau bermain dengan rasa. Kau bicara tentang kerinduan, kebahagiaan, keberanian, kebebasan, khayalan dan angan-angan. Kau berusaha menyentuhnya tanpa harapan. Kau ciptakan kesenangan dalam puisi, lukisan atau rangkaian bunga. Kesenangan yang tak terjelaskan. Keindahan yang tak disengajakan. Senyummu mengembang mempesona menjalar merayap memenuhi jiwa semesta.
Ketika kau lelah pada akhirnya; disanalah ia bertahta; di tempat yang tak tersentuh oleh asa.
bukan tuhan siapa-siapa, bukan tuhanmu dan bukan tuhanku. seluruh tuhan dalam tulisan ini adalah tokoh rekaan semata, kesamaan nama atau karakter timbul di luar kesengajaan
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Januari 10, 2013
April 16, 2010
pura-pura mati
Sekali waktu, berpura-puralah mati, sehingga kau tahu siapa yang peduli padamu. Teruskan matimu bila tak ada yang peduli dan hiduplah kembali bila masih ada yang peduli, katakan bahwa kau bangkit dari kuburmu untuk mereka.
April 17, 2008
yang membuatmu takut mati
Kau melihat begitu banyak jalan tapi tak satupun yang menggerakkan kakimu. Kau mendengar begitu banyak ujaran tapi tak satupun yang menggoda pikiranmu. Kau yang tak pernah bimbang seumur hidupmu, mengapa kini jadi tak menentu? Tiba-tiba kau begitu takut bila saat itu tiba.
Aku juga.
Aku juga.
Langganan:
Postingan (Atom)