Ketika kau berburu esensi; yang kau dapat adalah kebingungan. Karena apapun ia, sang esensi tak menyerupai apapun jua. Ketika pikiranmu mulai menjangkaunya, ia mati seketika, kau membunuhnya tiba-tiba.
Lalu akan tiba waktunya ketika kau bermain dengan rasa. Kau bicara tentang kerinduan, kebahagiaan, keberanian, kebebasan, khayalan dan angan-angan. Kau berusaha menyentuhnya tanpa harapan. Kau ciptakan kesenangan dalam puisi, lukisan atau rangkaian bunga. Kesenangan yang tak terjelaskan. Keindahan yang tak disengajakan. Senyummu mengembang mempesona menjalar merayap memenuhi jiwa semesta.
Ketika kau lelah pada akhirnya; disanalah ia bertahta; di tempat yang tak tersentuh oleh asa.
bukan tuhan siapa-siapa, bukan tuhanmu dan bukan tuhanku. seluruh tuhan dalam tulisan ini adalah tokoh rekaan semata, kesamaan nama atau karakter timbul di luar kesengajaan
Tampilkan postingan dengan label semesta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semesta. Tampilkan semua postingan
Januari 10, 2013
Februari 16, 2011
bukan soal
Tuhan ada atau tidak, bukan soal. Tuhan mencipta semesta atau tidak, bukan soal. Tuhan mendiktekan kitab atau tidak, bukan soal. Tuhan sang asal mula atau tidak, bukan soal.
Kenyataannya, hidup tak bertuhan seperti hidup tanpa cinta, sanggupkah engkau bertahan? Akui, jiwamu perlu makanan agar pada akhirnya tak meracun pikiran.
Kenyataannya, hidup tak bertuhan seperti hidup tanpa cinta, sanggupkah engkau bertahan? Akui, jiwamu perlu makanan agar pada akhirnya tak meracun pikiran.
Langganan:
Postingan (Atom)