Ada yang ingin menaklukkan dunia. Ada yang ingin menyelamatkan dunia.
Sisanya hanya ingin berbagi rasa. Sebisa mungkin bersenang-senang, jatuh cinta, tertawa.
Marah, takut, kecewa, atau sedih, boleh ikut ambil bagian, dalam porsi secukupnya.
Akan tiba saatnya, mereka yang ingin menaklukkan atau menyelamatkan dunia, akhirnya hanya ingin berbagi rasa, lewat lagu, lewat drama, lewat sepakbola atau orasi yang mempesona.
Agama? Sejak dulu takkan mampu menyatukan kita, karena ia bersandar pada konsep-konsep, ide-ide, nama-nama, bukan pada rasa. Kecuali bahwa, agama -mungkin saja- berhasil menyatukan kita dalam rasa takut yang sama, takut akan kematian, takut akan tuhan ;)
bukan tuhan siapa-siapa, bukan tuhanmu dan bukan tuhanku. seluruh tuhan dalam tulisan ini adalah tokoh rekaan semata, kesamaan nama atau karakter timbul di luar kesengajaan
Tampilkan postingan dengan label takut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label takut. Tampilkan semua postingan
Januari 13, 2011
Maret 12, 2009
kaum awam yang penakut
"Orang awam seringkali merasa tidak mampu memahami filsafat. Mereka memerlukan aturan-aturan hidup yang sederhana. Disinilah agama berperan. Agama membuat orang mematuhi aturan sosial dengan memasukkan rasa takut akan tuhan ke dalam aturan itu"
Kutipan di atas diambil dari buku Paul Arden, GOD EXPLAINED in a TAXI RIDE.
Maka jelaslah sudah agama ditujukan untuk siapa = orang awam. Lalu, siapa di antara kita yang bukan orang awam? Siapa di antara kita yang kebal terhadap rasa takut akan kegelapan, kematian dan keabadian? Rasa takut akan ke"antahberantah"an keberadaan kita?
Agama membantu kita mengalahkan rasa takut "antah berantah" itu dengan menghadirkan rasa takut terhadap tuhan, rasa takut yang seolah-olah bisa "dikelola" dan "dijelaskan" oleh para nabi.
Mei 09, 2008
derita dan takut
Carilah tuhan! Tempuhlah jalan kebijaksanaan dengan tekun dan disiplin seumur hidupmu. Bila waktumu sedikit, penderitaan dan ketakutan akan mengantarmu kepada tuhan lebih cepat dari yang kau kira. Tempuhlah salah satunya.
April 17, 2008
yang membuatmu takut mati
Kau melihat begitu banyak jalan tapi tak satupun yang menggerakkan kakimu. Kau mendengar begitu banyak ujaran tapi tak satupun yang menggoda pikiranmu. Kau yang tak pernah bimbang seumur hidupmu, mengapa kini jadi tak menentu? Tiba-tiba kau begitu takut bila saat itu tiba.
Aku juga.
Aku juga.
Juni 02, 2006
ketakutanmu lebih menakutkan
Demi tuhannya, manusia membunuh manusia yang lain, mengejar ambisi sorga dan ngeri memikirkan panas neraka. Topi saya bundar - bundar topi saya, kalau tidak bundar - bukan topi saya. Terserah siapa tuhanmu tapi tuhanku tidak menakutkan, kalau menakutkan bukan tuhanku. Aku tidak takut sama tuhanmu tapi aku lebih takut denganmu dan ketakutanmu terhadap tuhanmu.
Langganan:
Postingan (Atom)