November 10, 2007

hidup seekor kecoak

Seekor kecoak, betapapun hebat dan terhormat pencapaian hidupnya, akan mati sebagai makhluk yang menjijikkan. Demikianlah hidup seekor kecoak, tak lebih. Demikian juga hidup kita, tak lebih. Kita akan mati sebagai makhluk yang menyedihkan.

4 komentar:

PENUNGGANG KUDA mengatakan...

asl...sobat...
thanks banget udah singgah di blog gw dan thanks banget udah ingatin, agar nggak ditunggangi kuda, gw udah aminkan do'anye.
Truss gw mo koment tulisan pendek sobat ni...nurut gw sich itu mungkin bangsa kecoak aja dan yg sebangsa dengannya atau yg merasa sebangsa dengannya.....ehe..ehe..
tp kalo yg nggak bangsa kecoak dan yg tak sebangsa dengannya atau yg tak merasa sebangsa dengannya TENTU TIDAK.....thanks banget.....

ismansyah mengatakan...

Hmm..ternyata ada juga yang menulis tentang kehidupan seekor kecoa, hahaha
salam kenal
:)

Eldi Munggaran mengatakan...

yang saya tahu, saya bukan kecoa....., jadi hidup saya tidak sebatas kecoa......

Anonim mengatakan...

kalo manusia sm kecoa jalan idupnya sama..trs kenapa mesti diciptain ada manusia ada kecoa???
knp ga disiptain sebangsa aja gitu...
ribet2...
eh,tuhan suka ribet ga kira2?